The world as I once knew

Membanggakan kebodohan, menuhankan pikiran, menyembah badan.

Silahkan tambahkan dengan semua yang kalian tahu. waktuku semakin sempit, bukan karena kutukan tapi akibat perbuatan. Kesempatan tidak datang berkali-kali tapi menjadi khianat berulang kali sudah cukup, aku diminta pulang dengan cara yang tidak pernah dibayangkan semua manusia normal. Tidak, aku tidak akan memutus nyawa dengan mematikan jasadku sendiri. Tuhan sungguh baik, menjemputku masih dengan cara yang sangat terhormat, tapi sungguh semua di luar nalar kita sebagai manusia normal.

Kepada semua yang mengenalku dan merasa pernah dikhianati, cuma ini kesempatanku meminta maaf, kita tidak mungkin dipertemukan lagi.

Aku berterima kasih kita pernah dipertemukan. aku belum menjadi hantu, aku masih bernafas seperti kalian semua, tapi ini menjadi kesempatan terakhirku.

Tuhan sungguh baik, memberikan kabar kepulanganku supaya aku diberi kesempatan menuliskan ini. Maaf dari kalian semua akan memudahkan jalan bagiku, Terimakasih, dan mohon maafkan Aku.

Advertisements