Kwek kwek kwek

Kwek – kwek – kwek berteriak si bebek, nyaring suaranya, mengalihkan semua perhatian padanya.

kwek – kwek – kwek si bebek mengingat, berusaha mengingat apa gerangan yang terjadi.

kwek – kwek – kwek, kemarin, baru saja kemarin si bebek dengan gagah berkeliling, diperkenalkan sebagai bebek kota kepada semua tempat yang ia singgahi, bertemu dengan bebek – bebek lain yang terlihat malu – malu, tampak minder melihat Si Bebek yang rapi dan bersih layaknya bebek kota. Baru saja kemarin Si Bebek dielu – elukan, di elus tangan – tangan yang tidak ia kenal.

Kwek – kwek – kwek perlahan suara Si Bebek melemah. Si Bebek masih belum menyadari apa yang terjadi.

Ramai di sekitar si Bebek, ia dikerubut bebek – bebek lain, wajah mereka terlihat ngeri, malah ada yang bergegas berlalu, bersahut – sahutan suara bebek lain.

Nguing – nguing – nguing samar Si Bebek mendengar suara itu mendekat, Si Bebek akrab dengan suara itu.

Biasanya Si Bebek dan rekan lain sesama Bebek akan minggir jika mendengar suara itu. Bebek mengerti jika suara itu datang dari para kuda pengawal, di belakang kuda pengawal biasanya berderet kuda – kuda gagahdan bertubuh besar. Jika mereka lewat, tandanya bagi Si Bebek dan bebek lain untuk menyingkir dari jalan, gerombolan kuda berpengawal itu adalah pemilik jalan, mereka berkuasa penuh atasnya.

Nguing – nguing – nguing, tapi kali ini tidak ada gerombolan kuda gagah bertubuh besar. Bebek – bebek lain masih mengerubuti.

Nguing -nguing – nguing suara itu semakin jelas mendekati si Bebek, semakin dekat tetap tak ada gerombolan kuda gagah. Aaahh Si Bebek mahfum, itu bukan suara kuda pengawal melainkan rekannya, kuda pengangkut.

Kwek – kwek – kwek kali ini Si Bebek merintih tatkala tangan – tangan berseragam cokelat mengangkat dirinya, apa ini? Si Bebek mencoba bergerak, tapi ia tak mampu merasakan dirinya sendiri. Tubuh Si Bebek kini ditunggangkan ke kuda pengangkut.

Kwek – kwek – kwek  Si Bebek perlahan melihat semua, lambat – lambat akhirnya menyadari yang terjadi. Dari atas kuda pengangkut Si Bebek dapat melihat cairan merah kental menggenang di bawah kaki – kaki kuda berkaki sepuluh yang besarnya berpuluh kali kuda pengangkut ini.

Kwek – kwek – kwek Si Bebek sadar, tadi ia terjerembab menyusruk masuk ke bawah kuda berkaki sepuluh yang berlari cukup kencang setelah sebelumnya ia bersenggolan dengan bebek lain.

Kini Si Bebek melihat kulitnya tak lagi mulus, tulang – tulangnya tak lagi satu, kakinya tak lagi bulat sempurna.

Kwek – kwek – kwek Si Bebek tertegun menyadari semua, tertegun melihat sebuah kantong oranye dengan resleting di bagian atas membujur di samping dirinya, cairan merah kental tetes menetes di sekitarnya.

 

Arus Balik Mudik 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s